Perkembangan Teknologi Industri
1. PENDAHULUAN
Teknologi merupakan ilmu pengetahuan terapan, kita mengetahui
bahwa hari ini perkembangan teknologi begitu cepat. Perkembangan teknologi
tidak bisa lepas dari manusia karena teknologi itu hanya ada karena diciptakan
manusia. Kemampuan berpikir manusia yang sistematis, analitis, mendalam dan
berjangka panjang menghasilkan ilmu pengetahuan.
Ilmu Pengetahuan melahirkan teknologi, yaitu cara-cara berdasar ilmu untuk
menghasilkan barang atau jasa. Manusia memanfaatkan teknologi untuk
menyempurnakan proses-proses nilai tambah yaitu proses-proses merubah bahan
mentah dan barang-barang setengah jadi menjadi barang-barang jadi yang memiliki
nilai yang lebih tinggi. Teknologi penting karena merupakan penggerak utama
proses nilai tambah tersebut. Sedangkan proses nilai tambah itu sendiri
merupakan proses kompleks yang berjalan terus menerus dan hanya dapat dikatakan
berhasil jika pemanfaatan mesin-mesin, ketrampilan manusia, dan material
sepenuhnya dapat diintegrasi oleh teknologi sehingga menghasilkan produk barang
dan jasa yang bernilai lebih tinggi dari nilai material dan masukkan lainnya.
Karena sifat integratif inilah maka dalam suatu proses ekonomi apapun juga,
teknologi merupakan unsur yang paling menentukan dalam proses nilai tambah.
Semakin effisien dan produktif proses-proses nilai tambah, semakin meningkat
taraf hidup masyarakatnya. Taraf hidup manusia yang meningkat melahirkan
cara-cara berpikir, ilmu pengetahuan, dan teknologi yang lebih maju lagi. Dan
demikian seterusnya.
2. TEORI DASAR
2.1. Pengertian Teknologi
Teknologi
adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi
kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Secara umum, teknologi dapat
didefinisikan sebagai entitas, benda maupun tak benda yang diciptakan secara
terpadu melalui perbuatan dan pemikiran untuk mencapai suatu nilai. Dalam
penggunaan ini, teknologi merujuk pada alat dan mesin yang dapat digunakan
untuk menyelesaikan masalah-masalah di dunia nyata. Ia adalah istilah yang
mencakupi banyak hal, dapat juga meliputi alat-alat sederhana, seperti linggis
atau sendok kayu, atau mesin-mesin yang rumit, seperti stasiun luar angkasa
atau pemercepat partikel. Alat dan mesin tidak mesti berwujud benda; teknologi
virtual, seperti perangkat lunak dan metode bisnis, juga termasuk ke dalam
definisi teknologi ini. dan Teknologi juga dapat dipandang sebagai kegiatan
yang membentuk atau mengubah kebudayaan. Selain itu, teknologi adalah terapan
matematika, sains, dan berbagai seni untuk faedah kehidupan seperti yang
dikenal saat ini. Sebuah contoh modern adalah bangkitnya teknologi komunikasi,
yang memperkecil hambatan bagi interaksi sesama manusia, dan sebagai hasilnya,
telah membantu melahirkan sub-sub kebudayaan baru; bangkitnya budaya dunia maya
yang berbasis pada perkembangan Internet dan komputer. Tidak semua teknologi
memperbaiki budaya dalam cara yang kreatif; teknologi dapat juga membantu
mempermudah penindasan politik dan peperangan melalui alat seperti pistol atau
bedil. Sebagai suatu kegiatan budaya, teknologi memangsa ilmu dan rekayasa,
yang masing-masing memformalkan beberapa aspek kerja keras teknologis.
Ada
tiga klasifikasi dasar dari kemajuan teknologi yaitu :
• Kemajuan teknologi yang bersifat
netral (bahasa Inggris: neutral technological progress)
Terjadi bila tingkat pengeluaran
(output) lebih tinggi dicapai dengan kuantitas dan kombinasi faktor-faktor
pemasukan (input) yang sama.
• Kemajuan teknologi yang hemat tenaga
kerja (bahasa Inggris: labor-saving technological progress)
Kemajuan
teknologi yang terjadi sejak akhir abad kesembilan belas banyak ditandai oleh
meningkatnya secara cepat teknologi yang hemat tenaga kerja dalam memproduksi
sesuatu mulai dari kacang-kacangan sampai sepeda hingga jembatan.
•
Kemajuan teknologi yang hemat modal (bahasa Inggris: capital-saving
technological progress)
Fenomena yang
relatif langka. Hal ini terutama disebabkan karena hampir semua riset teknologi
dan ilmu pengetahuan di dunia dilakukan di negara-negara maju, yang lebih
ditujukan untuk menghemat tenaga kerja, bukan modalnya.
Banyak orang
yang menggunakan teknologi, namun tidak banyak orang yang mengerti apa Definisi
Teknologi sebenarnya. Oleh karena itu, banyak orang yang tidak dapat membedakan
teknologi. Sebab itu juga, disini saya akan memberikan sedikit penjelasan
tentang pengertian teknologi.
Teknologi
memiliki banyak definisi yang berbeda-beda. Masing-masing dikemukakan oleh
beberapa buku dan ahli dalam bidangnya. Salah satunya dari kamus besar bahasa
Indonesia, Poerbahawadja Harahap, dan beberapa ahli lainnya.
Definisi Teknologi
Menurut Poerbahawadja Harahap, Teknologi adalah : 1) Ilmu yang menyelidiki
cara- cara kerja di dalam tehnik 2) Ilmu pengetahuan yang digunakan dalam
pabrik- pabrik dan industri- industri.
Sedangkan
definisi Teknologi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990 : 1158),
Teknologi adalah ; 1) Metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis ilmu
pengetahuan terapan 2) Keseluruhan sarana untuk menyediakan barang- barang yang
diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.
2.2. Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi
perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih
baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai
proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam
bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan
indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.
2.2.1. Cara Mengukur Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan
ekonomi suatu negara dapat diukur dengan cara membandingkan, misalnya untuk
ukuran nasional, Gross
National Product (GNP), tahun
yang sedang berjalan dengan tahun sebelumnya.
2.2.2. Faktor-Faktor Pertumbuhan Ekonomi
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah:
a. Faktor
Sumber Daya Manusia
Sama halnya dengan proses pembangunan, pertumbuhan ekonomi
juga dipengaruhi oleh SDM. Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting
dalam proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada
sejauh mana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi
yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan dengan membangun
infrastruktur di daerah-daerah.
b. Faktor
Sumber Daya Alam
Sebagian besar negara berkembang bertumpu kepada sumber daya
alam dalam melaksanakan proses pembangunannya. Namun, sumber daya alam saja
tidak menjamin keberhasilan proses pembanguan ekonomi, apabila tidak didukung
oleh kemampaun sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang
tersedia. Sumber daya alam yang dimaksud dinataranya kesuburan tanah, kekayaan
mineral, tambang, kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut.
c. Faktor
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin
pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pergantian pola kerja
yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih
berdampak kepada aspek efisiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas
pembangunan ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat pada percepatan
laju pertumbuhan perekonomian.
d. Faktor
Budaya
Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap
pembangunan ekonomi yang dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai
pembangkit atau pendorong proses pembangunan tetapi dapat juga menjadi
penghambat pembangunan. Budaya yang dapat mendorong pembangunan diantaranya sikap
kerja keras dan kerja cerdas, jujur, ulet dan sebagainya. Adapun budaya yang
dapat menghambat proses pembangunan diantaranya sikap anarkis, egois, boros,
KKN, dan sebagainya.
e. Sumber
Daya Modal
Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA dan
meningkatkan kualitas IPTEK. Sumber daya modal berupa barang-barang modal
sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena
barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.
3. PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DAN INDUSTRI
Sejarah peradaban manusia selalu
berkembang terus, tetapi dalam perjalanannya masyarakat bangsa timbul dan
tenggelam. Masyarakat dan budaya Hellenic, Aztec, Mesopotamia hilang; kerajaan
besar Ottoman dan Austro-Hongaria yang runtuh baru 70 tahun yang lalu, sekarangpun
banyak yang tidak mengenalnya; bangsa Amerika dan Jepang baru tumbuh dalam 100
tahun ini, sedangkan kerajaan besar Inggris sedang diambang senja. Kita juga
mengenal jaman-jaman kejayaan kerajaan Majapahit, Sriwijaya dan lain-lain.
Berbagai pendekatan dicobakan untuk menjelaskan apa yang menyebabkan masyarakat
bangsa surut dan tenggelam dan apa yang membuatnya tumbuh dan kuat. Pendekatan
budaya dan agama, geografi, kemeliteran, sumberdaya alam membuahkan berbagai
konsepsi, akan tetapi satu yang berlaku umum adalah bahwa kemampuan inovasi dan
kemampuan melakukan akumulasi secara sistematik dari inovasi itu merupakan
prasyarat kekuatan.
Peradaban kuno Hellenic memberi
sumbangan inovasi elemen-elemen mesin seperti tuas, sekrup, roda gigi, yang
selanjutnya menyumbangkan kokohnya kebudayaan Yunani yang bertumpu pada
pertanian. Kebudayaan India dan Cina meninggalkan kita dengan teknologi
pengecoran besi tuang. Kebudayaan Islam melahirkan berbagai inovasi dalam
bidang kedokteran, alat ukur dan matematika. Puncak-puncak kebudayaan ini
ditandai oleh inovasi teknologi yang dinyatakan dengan alat-alat yang
mempermudah manusia berhadapan dengan alam, yang pada gilirannya meningkatkan
kesejahteraannya. Tetapi peradaban itu semua surut dan dengan munculnya abad
pencerahan maka inovasi dalam peradaban Baratlah yang kemudian menguasai dunia,
dimulai dengan penemuan alat cetak, mesin uap dan seterusnya.
Bobot dan kontribusi inovasi
terhadap peradaban dan kemanusiaan diantara kedua periode tidaklah berbeda,
tetapi pokok perbedaan diantara keduanya adalah pada kemampuan akumulasi secara
sistematik dari inovasi, dan ini merupakan benang merah peran ilmu pengetahuan
dalam inovasi teknologi. Tidak lain karena akumulasi merupakan salah satu
prasyarat dari sesuatu untuk dapat disebut sebagai ilmu pengetahuan.
Kalau kita amati lebih dalam dari
proses inovasi tersebut, maka dalam alam lingkungan yang demokratis dan
toleran-lah penemuan (invention) dapat berkembang dan tumbuh. Tetapi invention
sendiri baru merupakan setengah jalan dari inovasi. Pada waktu yang lalu di
jaman Yunani Kuno atau Babylonia, invention didapatkan oleh para intelektual
yang berpikir maju dan konsisten. Dalam dunia modern ini invention merupakan
hasil penelitian yang membutuhkan keahlian, peralatan dan biaya yang besar.
Seperti diutarakan semula bahwa invention sendiri baru merupakan setengah jalan
dari inovasi. Selanjutnya dari data-data yang kami ketahui hanya 5 - 10% saja
dari hasil invention yang benar-benar bisa memasuki pasar dan berhasil.
Inovasi teknologi pada dewasa ini,
merupakan hasil perpaduan dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan. Hampir tidak
ada teknologi yang bersumber hanya dari satu disiplin ilmu pengetahuan saja.
Dan ini membutuhkan kerja yang tekun dan konsisten serta berdisiplin dan "team-work"
yang kuat.
Dalam beberapa dasawarsa terakhir
ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terasa semakin cepat, khususnya
sebagai akibat berkembangnya teknologi dalam bidang industri elektronika dan
informatika, dimana daur hidup produk (product life cycle) semakin memendek.
Disamping itu pengembangan teknologi dalam bidang tersebut yang ditandai dengan
peningkatan kapasitas yang besar, peningkatan kecepatan serta daya
miniaturisasi mempengaruhi pula luas ruang lingkup aplikasinya sehingga memberikan
dampak yang sangat luas terhadap perkembangan di sub sektor industri lainnya
serta kehidupan kita secara menyeluruh.
Oleh karenanya negara-negara
industri di dunia berupaya untuk menguasai dan mengembangkan teknologi dengan
meningkatkan kegiatan penelitian & pengembangan (research &
development) dalam bidang teknologi manufaktur (manufacturing technology) dan
teknologi produk (product technology). Pada umumnya negara industri maju
menempuh langkah ini dalam rangka meningkatkan daya saing produknya atau paling
tidak untuk mempertahankan daya saing produknya di/memasuki pasaran
internasional. (technology pushed - production).
Di lain pihak negara-negara
berkembang saat ini semakin menyadari bahwa pentingnya penguasaan ilmu
pengetahuan dan teknologi sebagai bagian dari pembangunan nasionalnya, sehingga
negara-negara berkembang saling berpacu dalam meningkatkan kemampuan mereka
dalam menguasai dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Upaya yang
mereka lakukan saat ini lebih ditekankan kepada peningkatan daya saing dalam
rangka membuka akses menuju pasar internasional. (market pull production)
Sejalan dengan persaingan yang makin
ketat antar industri melalui perkembangan teknologi tersebut ternyata sistem
perekonomian duniapun mengalami pergeseran menuju kearah terbentuknya sistem
ekonomi global. Sebagaimana kita ketahui bahwa implementasi dari sistem
globalisasi ini akan terwujud melalui terbentuknya pasar tunggal baik di
Amerika bagian utara, Eropa dan Asia-Pasifik. Implementasi dari sistem pasar
tunggal ini disatu sisi meningkatkan volume permintaan dan menimbulkan
perluasan pasar, akan tetapi disisi lain juga menuntut persaingan yang semakin
ketat antar produsen dalam memasuki pasar tersebut. Dengan lain perkataan bahwa
hanya produk yang kompetitif saja yang mungkin memasuki pasar tersebut untuk
meraih pangsa pasarnya.
Globalisasi sistem perekonomian
tersebut mau tidak mau akan memberikan dampak tersendiri dari perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi yang pesat dan canggih tadi. Dengan demikian untuk
menghasilkan produk yang kompetitif dari segi harga, mutu dan waktu penyerahan
yang lebih populer dikenal dengan istilah "Quality, Cost and Delivery Time
(QCD)" tentu memerlukan dukungan kegiatan dan fasilitas penelitian &
pengembangan yang tangguh pula. Sebagai akibatnya biaya penelitian dan
pengembangan semakin lama semakin mahal pula.
Oleh karena itu upaya peningkatan
kegiatan penelitian dan pengembangan sebagai bagian dari upaya peningkatan
kemampuan dalam penguasaan Iptek pada umumnya dan peningkatan daya saing pada
khususnya telah mengarah kepada pembentukan pusat-pusat keunggulan teknologi
(Center of Exellence).
Keadaan tersebut merangsang
perusahaan-perusahaan besar di dunia untuk mengambil sikap menghadapi skenario
baru dalam perdagangan dan pemasaran. Penggabungan (merger) dan pembelian
(acquisition) antar perusahaan terus berlanjut untuk bisa mencapai kapasitas
dan kemampuan yang penuh sehingga sebagai satu perusahaan bisa memiliki
"massa yang cukup/critical mass" yang nantinya bisa bergulir sendiri.
Massa kritis yang ingin dicapai ini meliputi besarnya pangsa pasar serta produk
dan teknologi yang lengkap. Demikian pula kerjasama lainnya dalam bentuk
aliansi strategis (strategic alliance) terus berkembang pada produk-produk dan
teknologi canggih seperti pesawat terbang, kendaraan bermotor, semi konduktor
dan lain-lain, yang pada dasarnya memerlukan baik dana maupun kemampuan
teknologi yang sangat besar yang tidak dapat dipikul hanya oleh satu perusahaan
ataupun tidak dapat ditunjang oleh satu negara saja.
Gejala atau kecenderungan ekonomi
menuju sistim global ini ternyata memberi dampak balik terhadap kegiatan
pengembangan teknologi, karena sistim tersebut mau tak mau akan menuntut
dilakukannya rasionalisasi produk yang sejenis. Jika telusuri lebih mendalam
maka rasionalisasi produk tersebut pada dasarnya dapat dipandang sebagai
peluang ke arah peningkatan produktivitas pemanfaatan dana-dana penelitian
& pengembangan (R&D) baik yang disediakan oleh pemerintah maupun oleh
swasta.
Negara-negara industri maju yang
telah memiliki dukungan dan prasarana litbang yang lengkap dan modern serta
telah berpengalaman dan memiliki akumulasi kemampuan dalam melakukan penelitian
dasar (basic research) terus saling berpacu dalam melakukan penelitian &
pengembangan untuk teknologi masa yang akan datang.
Berdasarkan pengamatan kami,
kecenderungan perkembangan industri di masa datang akan mengarah/terpusat pada
tiga bidang utama kegiatan penelitian dan pengembangan, yaitu :
- Teknologi elektronika untuk
"Office Automation Industry";
- Teknologi Bioteknologi, dan -
Teknologi Material
- Teknologi Material
3.1. Dampak Perkembangan Teknologi Industri
Teknologi yang sebenarnya merupakan alat bentu/ekstensi
kemampuan diri manusia. Dewasa ini, telah menjadi sebuah kekuatan otonom yang
justru ‘membelenggu’ perilaku dan gaya hidup kita sendiri. Dengan daya
pengaruhnya yang sangat besar, karena ditopang pula oleh system-sistem sosial
yang kuat, dan dalam kecepatan yang makin tinggi, teknologi telah menjadi
pengarah hidup manusia. Masyarakat yang rendah kemampuan teknologinya cenderung
tergantung dan hanya mampu bereaksi terhadap dampak yang ditimbulkan oleh
kecanggihan teknologi.
Kita ketahui bahwa sebenarnya sejak dulu teknologi sudah ada
atau manusia sudah menggunakan teknologi. Seseorang menggunakan teknologi
karena manusia berakal. Dengan akalnya ia ingin keluar dari masalah, ingin
hidup lebih baik, lebih aman dan sebagainya. Perkembangan teknologi terjadi
karena seseorang menggunakan akalnya dan akalnya untuk menyelesaikan setiap
masalah yang dihadapinya.
Pada satu sisi, perkembangan dunia IPTEK yang demikian
mengagumkan itu memang telah membawa manfaat yang luar biasa bagi kemajuan
peradaban umat manusia. Jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya menuntut
kemampuan fisik yang cukup besar, kini relatif sudah bisa digantikan oleh
perangkat mesin-mesin otomatis, Demikian juga ditemukannya formulasi-formulasi
baru kapasitas komputer, seolah sudah mampu menggeser posisi kemampuan otak
manusia dalam berbagai bidang ilmu dan aktifitas manusia. Ringkas kata kemajuan
IPTEK yang telah kita capai sekarang benar-benar telah diakui dan dirasakan
memberikan banyak kemudahan dan kenyamanan bagi kehidupan umat manusia.
Sumbangan IPTEK terhadap peradaban dan kesejahteraan manusia tidaklah dapat
dipungkiri. Namun manusia tidak bisa pula menipu diri sendiri akan kenyataan
bahwa IPTEK mendatangkan malapetaka dan kesengsaraan bagi manusia.
Kalaupun teknologi mampu mengungkap semua tabir rahasia alam
dan kehidupan, tidak berarti teknologi sinonim dengan kebenaran. Sebab iptek
hanya mampu menampilkan kenyataan . Kebenaran yang manusiawi haruslah lebih
dari sekedar kenyataan obyektif. Kebenaran harus mencakup pula unsur keadilan.
Tentu saja iptek tidak mengenal moral kemanusiaan, oleh karena iptek tidak
pernah bisa menjadi standar kebenaran ataupun solusi dari masalah-masalah
manusia.
Perkembangan dunia iptek yang demikian pesatnya telah
membawa manfaat luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Jenis-jenis
pekerjaan yang sebelumnya menuntut kemampuan fisik cukup besar, kini relatif
sudah bisa digantikan oleh perangkat mesin-mesin otomatis. Sistem kerja robotis
telah mengalihfungsikan tenaga otot manusia dengan pembesaran dan percepatan
yang menakjubkan.
Begitupun dengan telah ditemukannya formulasi-formulasi baru
aneka kapasitas komputer, seolah sudah mampu menggeser posisi kemampuan otak
manusia dalam berbagai bidang ilmu dan aktivitas manusia. Ringkas kata,
kemajuan iptek yang telah kita capai sekarang benar-benar telah diakui dan
dirasakan memberikan banyak kemudahan dan kenyamanan bagi kehidupan umat
manusia.
Bagi masyarakat sekarang, iptek sudah merupakan suatu
religion. Pengembangan iptek dianggap sebagai solusi dari permasalahan yang
ada. Sementara orang bahkan memuja iptek sebagai liberator yang akan
membebaskan mereka dari kungkungan kefanaan dunia. Iptek diyakini akan memberi
umat manusia kesehatan, kebahagiaan dan imortalitas. Sumbangan iptek terhadap
peradaban dan kesejahteraan manusia tidaklah dapat dipungkiri. Namun manusia
tidak bisa pula menipu diri akan kenyataan bahwa iptek mendatangkan malapetaka
dan kesengsaraan bagi manusia. Dalam peradaban modern yang muda, terlalu sering
manusia terhenyak oleh disilusi dari dampak negatif iptek terhadap kehidupan
umat manusia. Kalaupun iptek mampu mengungkap semua tabir rahasia alam dan
kehidupan, tidak berarti iptek sinonim dengan kebenaran. Sebab iptek hanya
mampu menampilkan kenyataan. Kebenaran yang manusiawi haruslah lebih dari
sekedar kenyataan obyektif. Kebenaran harus mencakup pula unsur keadilan.
Dampak positif dan dampak negative dari perkembangan
teknologi dilihat dari bidang industri:
Dalam bidang ekonomi teknologi berkembang sangat pesat. Dari
kemajuan teknologi dapat kita rasakan manfaat positifnya antara lain:
a. Pertumbuhan
ekonomi yang semakin tinggi
b. Terjadinya
industrialisasi
c. Produktifitas
dunia industri semakin meningkat. Kemajuan teknologi akan meningkatkan
kemampuan produktivitas dunia industri baik dari aspek teknologi industri
maupun pada aspek jenis produksi. Investasi dan reinvestasi yang berlangsung
secara besar-besaran yang akan semakin meningkatkan produktivitas dunia
ekonomi. Di masa depan, dampak perkembangan teknologi di dunia industri akan
semakin penting. Tanda-tanda telah menunjukkan bahwa akan segera muncul
teknologi bisnis yang memungkinkan konsumen secara individual melakukan kontak
langsung dengan pabrik sehingga pelayanan dapat dilaksanakan secara langsung
dan selera individu dapat dipenuhi, dan yang lebih penting konsumen tidak perlu
pergi ke toko.
d. Persaingan
dalam dunia kerja sehingga menuntut pekerja untuk selalu menambah skill dan
pengetahuan yang dimiliki.Kecenderungan perkembangan teknologi dan ekonomi,
akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan kualifikasi tenaga kerja yang
diperlukan. Kualifikasi tenaga kerja dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan
akan mengalami perubahan yang cepat. Akibatnya, pendidikan yang diperlukan
adalah pendidikan yang menghasilkan tenaga kerja yang mampu mentransformasikan
pengetahuan dan skill sesuai dengan tuntutan kebutuhan tenaga
kerja yang berubah tersebut.
Di bidang kedokteran dan kemajauan ekonomi mampu menjadikan
produk kedokteran menjadi komoditi Meskipun demikian
Adapun dampak negatif nya antara lain :
a. Terjadinya
pengangguran bagi tenaga kerja yang tidak mempunyai kualifikasi yang sesuai
dengan yang dibutuhkan
b. Sifat
konsumtif sebagai akibat kompetisi yang ketat pada era globalisasi akan juga
melahirkan generasi yang secara moral mengalami kemerosotan: konsumtif, boros
dan memiliki jalan pintas yang bermental “instant”.
Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita
hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai
dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Teknologi yang sebenarnya merupakan alat
bentu/ekstensi kemampuan diri manusia. Dewasa ini, telah menjadi sebuah
kekuatan otonom yang justru ‘membelenggu’ perilaku dan gaya hidup kita sendiri.
Dengan daya pengaruhnya yang sangat besar, karena ditopang pula oleh
system-sistem sosial yang kuat, dan dalam kecepatan yang makin tinggi,
teknologi telah menjadi pengarah hidup manusia. Masyarakat yang rendah
kemampuan teknologinya cenderung tergantung dan hanya mampu bereaksi terhadap
dampak yang ditimbulkan oleh kecanggihan teknologi.
Perkembangan teknologi memang sangat diperlukan. Setiap
inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia.
Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas
manusia. Khusus dalam bidang teknologi masyarakat sudah menikmati banyak
manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade
terakhir ini. Namun manusia tidak bisa menipu diri sendiri akan kenyataan bahwa
teknologi mendatangkan berbagai efek negatif bagi manusia.
Oleh karena itu untuk mencegah atau mengurangi akibat
negatif kemajuan teknologi, pemerintah di suatu negara harus membuat
peraturan-peraturan atau melalui suatu konvensi internasional yang harus
dipatuhi oleh pengguna teknologi.
4. KESIMPULAN
Teknologi
sudah ada sejak dahulu, teknologi tercipta, karena manusia merupakan makhluk
yang berakal, manusia menggunakana akalnya untuk menyelasaikan setiap masalah
yang terjadi.
Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita
hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai
dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Perkembangan teknologi memang sangat
diperlukan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi
kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam
melakukan aktifitas manusia.
5. DAFTAR PUSTAKA
http://dimaswibisono23.blogspot.co.id/2014/11/dampak-iptek-terhadap-lingkungan.html
(diakses pada tanggal 7 juni 2016 pukul 10.00 )
http://www.leapidea.com/presentation?id=17 (diakses
pada tanggal 7 juni 2016 pukul 10.00 )
http://kurnia-ochie.blogspot.co.id/2012/10/perkembangan-teknologi-industri-di.html
(diakses pada tanggal 7 juni 2016 pukul 10.00 )
https://prezi.com/xmfwlhtxietb/perkembangan-teknologi-di-bidang-industri/
(diakses pada tanggal 7 juni 2016 pukul 10.00 )
http://vendriandinata.blogspot.co.id/2014/04/perkembangan-teknologi-industri.html
(diakses pada tanggal 7 juni 2016 pukul 10.00 )
http://diaryatrin.blogspot.co.id/2010/03/perkembangan-teknologi-industri-di.html
(diakses pada tanggal 7 juni 2016 pukul 10.00 )
http://riantinuri.blogspot.co.id/2013/03/teknologi.html
(diakses pada tanggal 7 juni 2016 pukul 10.00 )
https://id.wikipedia.org/wiki/Revolusi_Industri
(diakses pada tanggal 7 juni 2016 pukul 10.00 )
http://andriyanadam.blogspot.co.id/2012/09/perkembangan-iptek-dalam-bidang-industri.html
(diakses pada tanggal 7 juni 2016 pukul 10.00 )
https://id.wikipedia.org/wiki/Pertumbuhan_ekonomi
(diakses pada tanggal 7 juni 2016 pukul 10.00 )
Tidak ada komentar